Harian Naskah- Keluhan soal jalan rusak, drainase yang buruk, hingga persoalan kepesertaan BPJS Kesehatan yang mendadak nonaktif mencuat dalam kegiatan reses Anggota DPRD Tanggamus, Wandi, S.E., di Pekon Kampung Baru, Kecamatan Kotaagung Timur, Minggu (15/3/2026).

Reses kedua masa sidang II tahun 2026 itu menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan keresahan yang selama ini mereka rasakan. Ratusan warga memadati kediaman tokoh masyarakat Mat Nur, lokasi kegiatan yang berlangsung hangat namun sarat keluhan.

Warga menyoroti kerusakan infrastruktur jalan yang disebut hampir merata di sejumlah titik, mulai dari jalur dua menuju komplek perkantoran Pemerintah Kabupaten Tanggamus, jalan alternatif, hingga jalan protokol yang menjadi akses vital antarpekon.

Tak hanya soal jalan, persoalan bantuan sosial dan layanan BPJS Kesehatan juga menjadi perhatian. Salah seorang tokoh pemuda Kampung Baru, A. Rojak, mengungkapkan kekecewaannya terhadap proses penyaluran bantuan pendidikan, khususnya Program Indonesia Pintar (PIP), yang menurutnya kerap tidak tepat sasaran.

“Semua syarat sudah kami lengkapi, mulai dari surat keterangan tidak mampu sampai penyesuaian data pekerjaan orang tua. Tapi usulan PIP anak saya tetap tidak keluar. Sementara ada keluarga yang menurut kami masih mampu justru langsung dapat,” ujarnya di hadapan peserta reses.

Rojak juga menyampaikan harapan agar pemerintah lebih serius menangani kondisi jalan protokol dan drainase di wilayah tersebut. Menurutnya, persoalan drainase bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi sudah mengancam kesehatan dan keselamatan warga.

“Jangankan musim hujan, saat musim panas saja air limbah rumah tangga dari blok atas meluap ke jalan dan mengalir ke rumah warga di bagian bawah. Kami sudah lelah mengusulkan ke Pemkab melalui Dinas PUPR, tapi sampai sekarang belum ada tanda-tanda perbaikan,” katanya, diamini warga lain, termasuk Ibu Arya yang rumahnya berada tepat di depan jalan yang kerap menjadi kubangan limbah.

Menanggapi berbagai aspirasi itu, Wandi menegaskan seluruh keluhan warga akan dibawa ke forum pembahasan di DPRD. Sebagai anggota Komisi I, Ketua Fraksi Partai Golkar, sekaligus anggota Badan Anggaran (Banggar), ia berjanji akan mengawal usulan tersebut agar mendapat perhatian serius.

“Selain sebagai anggota DPRD, saya juga putra asli Pekon Kampung Baru. Saya punya mimpi kampung ini maju dan unggul, mulai dari infrastruktur jalan, irigasi, pariwisata, hingga UMKM. Kita punya potensi besar, termasuk Air Terjun Way Lalaan yang menjadi ikon wisata Tanggamus,” ujar Wandi.

Ia juga memastikan bahwa perbaikan jalan di Pekon Kampung Baru telah masuk dalam anggaran tahun ini. Menurutnya, DPRD telah menyetujui anggaran sekitar Rp9 miliar untuk perbaikan jalan lingkar Pekon Kampung Baru, mulai dari jalur dua komplek perkantoran Pemkab Tanggamus, jalan protokol, hingga tembus ke Jalan Lintas Barat (Jalinbar).

Sementara terkait BPJS Kesehatan yang nonaktif, Wandi meminta aparatur pekon untuk aktif mendata laporan warga. Ia menyebut, persoalan itu masih bisa difasilitasi agar kepesertaan masyarakat dapat diaktifkan kembali, terutama jika sifatnya mendesak.

Bagi warga Kampung Baru, reses kali ini bukan sekadar agenda seremonial. Di tengah jalan yang berlubang dan drainase yang memprihatinkan, mereka datang membawa harapan: agar suara dari kampung benar-benar sampai ke meja pengambil kebijakan. (Rilis/Alk)