Harian Naskah, Tulang Bawang- Dalam rangka hari ulang tahun (HUT) kampung Mekar Jaya yang ke 16 tahun. Pemerintah kampung menggelar ‘Doa Bersama’ yang dilaksanakan di balai kampung setempat, pada Selasa malam Rabu tanggal 3 September 2025.
Sejarah kampung Mekar Jaya berdiri sejak tanggal 3 September 2029, pemekaran dari kampung Mekar Indah Jaya. Kampung Mekar Jaya, Kecamatan Banjar Baru, merupakan salah satu kampung yang terhitung masih muda. Melalui proses pemekaran wilayah, kampung ini kini telah memasuki usia ke-16 tahun pada tahun 2025.
Dalam perjalanannya, kampung Mekar Jaya terus berupaya berkembang dalam bidang pembangunan, sosial, serta pemberdayaan masyarakat. Meskipun masih terbilang baru, berbagai capaian telah diraih berkat semangat kebersamaan dan gotong royong seluruh warganya.
Acara do’a bersama tersebut, dipimpin langsung oleh tokoh agama setempat yaitu Ust. Wawan Wanjaya. Do’a yang dipanjatkan tidak hanya ditujukan sebagai ungkapan rasa syukur atas bertambahnya usia kampung, tetapi juga sebagai permohonan agar kampung Mekar Jaya senantiasa diberi perlindungan, keberkahan, serta dijauhkan dari segala musibah.
Pada kesempatan itu, Kepala Kampung Mekar Jaya, Nurhayati menyampaikan, Ia menekankan pentingnya peran serta seluruh masyarakat dalam menjaga kekompakan dan membangun kampung agar lebih maju.
“Alhamdulillah, malam ini kita bisa berkumpul untuk bersama-sama berdo’a memperingati ulang tahun Kampung Mekar Jaya yang ke-16. Meski usia kampung kita masih muda, kita sudah melihat banyak perkembangan. Semua ini tidak terlepas dari kerja keras, gotong royong, dan dukungan masyarakat. Mari kita terus menjaga persatuan, memperkuat kebersamaan, dan bersama-sama membangun kampung ini untuk lebih baik lagi,” ungkap Nurhayati.
Kakam Nurhayati menuturkan, peringatan HUT ke-16 Kampung Mekar Jaya dengan do’a bersama ini bukan hanya sekadar tradisi, melainkan bentuk syukur atas perjalanan yang telah dilalui. Dengan usia yang masih muda, Kampung Mekar Jaya membuktikan bahwa kebersamaan, kekompakan, dan gotong royong adalah kunci utama dalam membangun sebuah wilayah.
“Do’a bersama ini tidak hanya menjadi rangkaian perayaan HUT kampung, tetapi juga menjadi refleksi perjalanan 16 tahun Mekar Jaya sejak awal pemekaran,” ungkapnya.
Sedangkan, kehadiran para tokoh pendiri kampung, aparatur, tokoh pemuda dan ibu-ibu PKK serta masyarakat menambah semarak kegiatan, sekaligus menunjukkan bahwa do’a bersama ini menjadi momentum seluruh elemen masyarakat untuk berkumpul dalam satu tujuan yang sama, yaitu mewujudkan kampung yang aman, sejahtera, dan harmonis.
Dalam kesempatan itu, warga berharap agar pembangunan terus berlanjut, kesejahteraan meningkat, dan semangat kebersamaan tetap terjaga di masa mendatang.
Acara doa bersama ditutup dengan doa khusus untuk keselamatan bangsa dan negara, serta keselamatan warga kampung Mekar Jaya. (*hn/ra)

