Pendaftaran peserta resmi dibuka mulai Februari hingga Maret 2026. Ajang ini memberikan kesempatan bagi pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum untuk ikut berpartisipasi.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Bandar Lampung, Adiansyah, mengatakan kegiatan tersebut tetap dilaksanakan seperti tahun-tahun sebelumnya dengan membuka kesempatan luas bagi seluruh generasi muda di Kota Tapis Berseri.

“Kami membuka pendaftaran dari sekolah, kampus, masyarakat umum, bahkan bisa juga perwakilan kecamatan,” ujar Adiansyah, Rabu (11/2/2026).

Ia menjelaskan, peserta yang mendaftar harus merupakan warga Kota Bandar Lampung berusia 15 hingga 24 tahun serta belum menikah. Selain itu, peserta juga harus memiliki kepribadian baik, berpenampilan menarik, dan memenuhi ketentuan tinggi badan minimal, yakni 165 sentimeter untuk Mekhanai dan 160 sentimeter untuk Muli.

Tak hanya itu, peserta juga diharapkan sehat jasmani dan rohani, memiliki bakat atau prestasi tertentu, mampu berbahasa asing, serta memiliki wawasan mengenai pariwisata, seni, dan budaya Lampung. Menurut Adiansyah, ajang Muli Mekhanai bukan sekadar kompetisi kecantikan atau ketampanan semata, melainkan wadah bagi generasi muda untuk berperan aktif dalam mempromosikan potensi daerah.

“Ini bukan sekadar kompetisi tahunan, tetapi sarana bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam mempromosikan daerahnya. Nantinya mereka akan menjadi ikon Kota Bandar Lampung sekaligus duta pariwisata,” jelasnya.

Saat ini Dinas Pariwisata masih melakukan sosialisasi sekaligus membuka proses pendaftaran bagi calon peserta. Setelah masa pendaftaran berakhir pada Maret 2026, peserta akan mengikuti tahapan audisi.

Peserta yang lolos audisi akan melaju ke babak semifinal dan mengikuti sesi wawancara serta penampilan bakat sebagai bagian dari proses penilaian.

Pada pelaksanaan tahun ini, panitia tidak menerapkan sistem karantina bagi peserta. Sebagai gantinya, para finalis akan mendapatkan pembekalan khusus sebelum mengikuti malam puncak.

“Tidak ada karantina, tetapi tetap ada pembekalan bagi para finalis. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari efisiensi anggaran,” kata Adiansyah.

Dari seluruh tahapan seleksi, panitia akan memilih 15 pasang finalis atau total 30 peserta yang akan tampil pada malam grand final. Rangkaian wawancara dan penilaian dijadwalkan berlangsung pada awal April 2026, sementara malam grand final direncanakan digelar pada pertengahan April 2026.

Adiansyah menambahkan, keberadaan Muli Mekhanai selama ini terbukti memberikan kontribusi dalam mendukung promosi pariwisata Kota Bandar Lampung di berbagai kegiatan, termasuk dalam pameran di luar daerah.

Ia menyebutkan Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana juga memberikan apresiasi terhadap kiprah Muli Mekhanai yang aktif memperkenalkan potensi wisata daerah.

Salah satunya saat mengikuti pameran di Boyolali, di mana stan Kota Bandar Lampung mendapat perhatian di bidang pariwisata hingga masuk dalam unggahan media sosial Kementerian Desa Tertinggal.

Melalui ajang Muli Mekhanai 2026 ini, Pemerintah Kota Bandar Lampung berharap akan lahir generasi muda yang tidak hanya berpenampilan menarik, tetapi juga memiliki wawasan luas, kemampuan komunikasi yang baik, serta komitmen untuk mempromosikan potensi wisata dan budaya daerah.

Informasi lebih lanjut terkait persyaratan dan mekanisme pendaftaran dapat diperoleh melalui Dinas Pariwisata Kota Bandar Lampung maupun media sosial resmi penyelenggara. (dra)