Hariannaskah, Bogor Timur- Pesta rakyat seni kebudaya leluhur yang sudah berjalan yaitu kuluwung karbit atau meriam kembali digelar di Desa Antajaya dan Desa Pasir Tanjung setiap tahunnya untuk memeriahkan hari raya Idul Fitri 1446 Hijriah di Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, Sabtu (05/04/2025).
Perayaan pesta rakyat kuluwung ini dilakukan selama dua hari, yakni Sabtu dan Minggu 5-6 April 2025. Menariknya suara demi suara dentuman yang sangat kencang disambut oleh antusias para masyarakat menonton yang berada dilokasi Kp pasir Kalong Desa Antajaya kecamatan Tanjung Sari.
Pesta kuluwung karbit atau meriam ini ialah ajang silaturrahmi dari dua Desa yang ada di Antajaya dan Desa Pasir Tanjung dengan kegiatan setiap tahunnya setelah dihari raya Idul Fitri.
Kepala Desa Antajaya, Andi Pamungkas, SH mengatakan, dalam pesta rakyat ini salah satunya sudah menjadi kebudayan Desa kami, kepada Desa Pasir Tanjung dimana gelar adu Kuluwung karbit ini suatu ikatan silaturahmi kepada Desa Pasir Tanjung.
“Adapun dalam pesta rakyat ini sudah kita persiapkan sebelumnya dihari raya Idul Fitri dengan sebanyak sekitar 21 meriam yang terbuat dari pohon baku atau yang disebut kuluwung karbit dengan berbagai jenis ukuran.” bebernya.
Lebih lanjut ia mengatakan dengan jenis, ukuran paling besar memiliki panjang 9 meter dengan diameter 3 meter. Sementara ukuran kecil yang panjangnya sampai 2 meter dengan diameter sekitar 1 meter.
Andi menyampaikan, pesta rakyat kuluwung ini merupakan kearifan budaya lokal warga Bogor, khususnya Bogor Timur yang ada ditiga Kecamatan yaitu Jonggol, Sukamakmur, dan Tanjungsari dalam merayakan di hari raya Idul Fitri.
“Ini adalah budaya lokal, khususnya daerah Bogor Timur, ngadu kuluwung ini intinya adalah kesepakatan dua Desa dari pihak sana dan sini agar bisa mempererat tali silaturahmi antara sesama masyarakat nya dan juga menjadi suatu hiburan rakyat dalam merayakan dihari raya Idul Fitri,” jelas dia.
Dia menambahkan, acara pesta kuluwung ini didukung dengan antosias warga dengan anggaran dari swadaya masyarakat Desa Antajaya dan Desa Pasir tanjung, masing-masing. tersendiri secara swadaya masyarakat sini.
Selain itu, Andi menyebut acara pesta ini akan kita laksanakan, insyaallah setiap tahunnya yang akan menjadi tradisi budaya kearifan lokal dari nenek moyang atau para leluhur kita.
“Acara ini sangat disuport oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fatlozon, yang tidak bisa hadir dalam acara ini, mengucapkan selamat kepada Desa Antajaya dan Desa Pasir Tanjung. Beliau sangat mengapresiasi sekali dengan kebudayan lokal ini dan menghargai terus dengan upaya tradisi ini, supaya agar bisa dipertahankan setiap tahunnya. Karena acara ini bisa mempererat tali silaturami diantara dua Desa pada saat setelah hari raya idul Fitri,” tambahnya.
Ditempat yang sama Kapolsek Tanjungsari, Iptu Agung Taufan SH, MH sangat memberikan apresiasi atas penyelenggaranya pesta rakyat yang digelar diDesa Antajaya ini. Dimana begitu banyak antusias warga masyarakat disini sangat luar biasa, dan selain itu juga bisa membantu perekonomian masyarakat sekitar, sehingga dalam acara ini banyak masyarakat pun yang berjualan.
“Ia berharap mudah-mudahan acara ini tetap berjalan setiap tahun nya. Semoga tetap sukses tanpa ekses dalam tradisi kebudayaan lokal ini dan dipuncak acaranya nanti juga kita akan kerahkan pengamanan lebih ketat lagi, agar lancar dalam mendukung kegiatan kebudayan masyarakat yang ada disini,” tutupnya. (Maman)

